PELATIHAN OPERATOR DAN MEKANIK TAMBANG DI MURUNG RAYA RESMI DIBUKA, 60 PESERTA IKUTI PROGRAM 2026
Puruk Cahu, publikborneo.com – Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama pihak perusahaan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui pembukaan program pelatihan Operator dan Mekanik alat berat, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, perwakilan perusahaan, serta para peserta pelatihan yang berasal dari masyarakat lokal Murung Raya.
Chief Operation, Didit Pramudya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membuka peluang bagi putra-putri daerah agar memiliki kompetensi di bidang pertambangan.
“Program ini menjadi tantangan sekaligus komitmen kami untuk terus melayani dan memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya putra-putri daerah, agar mampu meningkatkan kompetensi dan siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada semester pertama tahun 2026 ini, sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan yang difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis maupun non-teknis.
Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal agar dapat berkontribusi dalam industri tambang di wilayah Murung Raya.
Sementara itu, Bupati Murung Raya, Heriyus, SE dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak perusahaan atas kontribusi nyata dalam pengembangan SDM di daerah.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak perusahaan yang telah berkomitmen mendukung peningkatan kualitas SDM, khususnya bagi masyarakat lokal,” kata Heriyus.
Ia menegaskan bahwa program pelatihan seperti Operator Preparation Program (OPP) dan Mechanic Preparation Program (MPP) merupakan langkah strategis dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten, disiplin, serta memiliki etos kerja profesional.
“Program ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan dan produktivitas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Heriyus menyebutkan bahwa program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda.
Adapun program pelatihan yang dilaksanakan meliputi Operator Preparation Program selama enam bulan, Mechanic Preparation Program selama satu tahun, serta Tyreman Preparation Program yang berfokus pada perawatan dan penanganan ban alat berat.
Melalui program ini, diharapkan para peserta dapat memiliki kompetensi yang memadai sehingga mampu bersaing dan terserap di dunia kerja, khususnya di sektor pertambangan.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik serta memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan keterampilan dan masa depan mereka.(Dahli)
Posting Komentar