Ad

Risk Assessment Sinode Umum XXV GKE Digelar, Panitia dan Aparat Matangkan Kesiapan Pengamanan

Puruk Cahu, publikborneo.com – Panitia Sinode Umum XXV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) se-Indonesia Tahun 2026 bersama unsur kepolisian dan instansi terkait melaksanakan Risk Assessment sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan kegiatan, Jumat (3/7/2026), di GOR Futsal Tana Malai Tolung Lingu, Kabupaten Murung Raya.

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Panitia Sinode Umum XXV GKE, Dr. Drs. Perdie M. Yoseph, M.A., dan dihadiri Kabagops Polres Murung Raya AKP Andri Rinaldi Sitinjak, S.Kom., M.Sc., Kasatsamapta AKP Desmara Yance, S.H., Kasat Intelkam IPTU Fahroni, serta perwakilan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, pihak event organizer (EO), dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari infrastruktur, kesehatan, keamanan, hingga keselamatan guna memastikan seluruh rangkaian Sinode Umum XXV GKE dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Pada bidang infrastruktur, panitia telah menyiapkan pos terpadu kesehatan dan keamanan, satu unit mobil pemadam kebakaran beserta personel, dua unit ambulans lengkap dengan tenaga medis, pemasangan CCTV di area panggung utama, penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di sejumlah titik strategis, serta mewajibkan seluruh panitia menggunakan tanda pengenal. Selain itu, panitia juga berkoordinasi dengan BPBD terkait penyediaan toilet portabel dan Dinas Lingkungan Hidup untuk menjaga kebersihan lokasi, serta menyusun SOP penyelenggaraan dan rencana kontinjensi.

Di bidang kesehatan, disiapkan tenaga medis, paramedis, peralatan kesehatan, obat-obatan, serta tim medis siaga selama kegiatan berlangsung. RSUD Puruk Cahu juga telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan apabila terjadi keadaan darurat.

Sementara itu, pada aspek keamanan, tim melakukan identifikasi berbagai potensi gangguan yang mungkin terjadi selama kegiatan berlangsung serta memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan untuk langkah-langkah mitigasi risiko.

Dalam sistem manajemen pengamanan, pengamanan kegiatan akan melibatkan personel Polres Murung Raya, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Batamad. Panitia juga akan berkoordinasi dengan PLN guna memastikan pasokan listrik tetap stabil selama kegiatan, disertai penyediaan genset cadangan oleh pihak EO. Selain itu, sistem parkir, rekayasa lalu lintas, serta pemasangan rambu petunjuk arah masuk, keluar, dan lokasi parkir juga menjadi perhatian utama.

Pada bidang keselamatan, tim memastikan kesiapan jalur evakuasi darurat, rambu keselamatan, pengecekan pagar pembatas lokasi, serta koordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan kondisi darurat maupun bencana. Panitia juga akan memberikan imbauan kepada seluruh peserta agar tidak membawa minuman keras maupun senjata tajam demi menjaga situasi yang aman dan kondusif.

Melalui pelaksanaan Risk Assessment ini, diharapkan seluruh potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini sehingga pelaksanaan Sinode Umum XXV GKE se-Indonesia Tahun 2026 di Kabupaten Murung Raya dapat berjalan dengan sukses, aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir. (Dahli)
Baca Juga:
https://www.publikborneo.com/2026/07/risk-assessment-sinode-umum-xxv-gke.html

Berita Terbaru

  • Risk Assessment Sinode Umum XXV GKE Digelar, Panitia dan Aparat Matangkan Kesiapan Pengamanan
  • Risk Assessment Sinode Umum XXV GKE Digelar, Panitia dan Aparat Matangkan Kesiapan Pengamanan
  • Risk Assessment Sinode Umum XXV GKE Digelar, Panitia dan Aparat Matangkan Kesiapan Pengamanan
  • Risk Assessment Sinode Umum XXV GKE Digelar, Panitia dan Aparat Matangkan Kesiapan Pengamanan
  • Risk Assessment Sinode Umum XXV GKE Digelar, Panitia dan Aparat Matangkan Kesiapan Pengamanan
  • Risk Assessment Sinode Umum XXV GKE Digelar, Panitia dan Aparat Matangkan Kesiapan Pengamanan

Posting Komentar

Ad
Ad