Jejak PMII Warnai Kepemimpinan, Wabup Murung Raya Rahmanto Muhidin Refleksikan Harlah ke-66
Puruk Cahu, Publikborneo.com– Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), seraya mengenang perjalanan organisasinya yang turut membentuk arah kepemimpinan yang ia jalani saat ini.
Dalam keterangannya pada Jumat (17/4/2026), Rahmanto menuturkan bahwa PMII memiliki peran besar dalam proses pembentukan jati diri dan cara pandangnya terhadap kehidupan bermasyarakat. Ia menyebut, organisasi tersebut bukan hanya tempat beraktivitas semasa kuliah, melainkan wadah pembelajaran yang membentuk karakter dan integritas.
“Di PMII, saya ditempa untuk berpikir terbuka, kritis, dan berani mengambil sikap. Nilai-nilai itulah yang terus saya pegang hingga sekarang,” ungkapnya.
Rahmanto menjelaskan, pengalaman berproses di PMII memberikan bekal penting dalam membangun kepekaan sosial serta memperkuat komitmen terhadap kepentingan masyarakat. Hal tersebut, menurutnya, menjadi landasan dalam menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Murung Raya.
Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan yang diperoleh dari PMII tidak berhenti sebagai kenangan, melainkan terus hidup dan menjadi pedoman dalam setiap kebijakan dan langkah yang diambil.
“PMII telah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Dari sanalah saya belajar arti tanggung jawab, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat,” tambahnya.
Momentum Harlah ke-66 PMII ini, lanjut Rahmanto, menjadi pengingat untuk terus menjaga semangat pengabdian dan integritas dalam membangun daerah. Ia berharap, PMII ke depan tetap konsisten melahirkan kader-kader berkualitas yang mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, organisasi kemahasiswaan seperti PMII masih memiliki peran strategis dalam mencetak generasi pemimpin yang berwawasan luas, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial tinggi.
Peringatan Harlah PMII tahun ini pun dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat kembali komitmen dalam membangun bangsa, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keberpihakan kepada masyarakat.(Dahli)
Posting Komentar